Perahu Mabuk
(antara Aku dan Kau
terbentang samudera
kata kata, o Imajinasi!
di manakah akan Kudapat
perahu mimpi
untuk melayariNya?)
perahu kayu berlayar
di bibirnya dengan kain
layar penuh berkibar…
ahooi pelaut yang mabuk
birahi buih ombak di
laut malam!
kapan pulang
ke muara
yang penuh harum
rindu sungai bening
tempat kekasih mencuci
rambut remajanya!
ahooi suara ombak
yang menampar
perahu! muara sungai
muncul dari
balik kabut
seperti perawan
malu malu
di malam pertama
menyambut!
ahooi!
di sebuah batu karang
dekat garis pantai
yang hitam
di malam yang kelam
terdampar bangkai
seekor camar.
ahooi pelaut yang lupa pulang,
tak ada bulan
jadi mercusuar
jalan pulang
malam ini!
tidurlah di kayu perahu
sambil kau cumbu
bayang kekasih
di kibar layar!
hanya suara anjing
yang melolong
di kejauhan pantai
menemani sang penyair
menghabiskan araknya
di karang yang sekarang
penuh cahya kunang kunang
kehilangan perahu
dan cinta
yang ditelan
metafora muara
kata katanya… ahooi!
Jogja 2008