Metafora Cinta
kalau kau ada di segala tempat dimana aku ada
kenapa masih bertanya akan meleburkan diri
atau menjauh pergi!
malam di sini dingin,
cuma suara angin mempermainkan daunan
dan atap rumah
mengingatkanku
betapa indah cinta yang mampu
membuat melupakan
fana kata kata dan metaforanya.
aku ingin terbakar hangus
sampai mampus
oleh birahi
yang tak putus putus,
di manapun cinta terendus!
aku tak mau
jadi mercusuar
pelayaranmu,
mercusuar yang sendiri
dalam dingin malam malam
kesepiannya,
yang melihat perahumu
menghilang di balik kabut pulau pulau karang
di kaki langit yang jauh
yang tak terjangkau.
aku mau jadi kibar layar
perahu yang membawamu
ke teluk yang paling putih pasirnya
paling lembut lambai nyiurnya,
tanpa mercusuar
penanda
mengintainya
bencana!
aku pun menolak
jadi bintang
penunjuk mata angin
malam malam pelayaranmu,
bintang yang begitu kecil
begitu jauh
dari belai lentik jari jari angin malammu.
kibarkanlah aku
sepenuh tiang
di jantung
perahu
layarmu!
kenapa takut
pada bayang malam
di buih ombak,
pada bayang badai di wajah bulan?
dengarlah nyanyian kibar layar
di seluruh perahu, di angin samudera,
menjanjikan teluk yang paling putih pasirnya
paling lembut lambai nyiurnya,
dengarlah!
Jogja 2008