kepada P

di kotaku

yang pernah merasakan

panas bibirmu, malam turun

memperkelam segala.

jalanan

cuma aspal hitam

kerontang kehilangan basah

hujan birahi musim.

kata kata pun

menghilang ke bukit tandus

 

tempat dikubur segala yang mati.

 

bayang bulan

menambah sunyi malam. tak ada

gonggong anjing yang dulu

mencoba menyesatkan

langkahku dari hangat hitam rambutmu.

cinta dan penyair keduanya

matikah? atau cuma

sekedar rindu?

 

2007

 

Published in: on October 9, 2009 at 12:25 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://sautsitumorang.wordpress.com/2009/10/09/85/trackback/

%d bloggers like this: