exquisite corpse

buah dadaMu

dan buah dada kanvasku

bertemu dalam birahi

kata kata puisi

penaKu terkapar

kehabisan tinta

alkohol menguap

jadi embun di rumputan

menari bersama kicau burung

di jari jari lentik

cahaya matahari pagi

 

semua rambut di tubuhku

basah kuyup

oleh kebinalan bulan purnama

di jalanan kota yang sunyi

ditinggalkan memori cinta

dan pengkhianatan

 

wajahMu adalah

buku

dengan sampul

bercecer cat

mungkin merah mungkin coklat

dan bekas jari masih

basah wangi mimpi

palette

 

wajahMu terlukis

dalam kalimat kalimat warna

terang benderang

seperti layang layang

di musim hujan

seperti kembang api

di pasar malam

 

wajahMu

tergantung di dinding kamar

tempat laba laba menyembunyikan

bekas mayat makan malamnya

tempat semut berbaris diagonal

karavan hitam merangkak dari langit di luar

masuk ke dalam mimpi malam di dalam

tempat memori bunuh diri

bersama lapuk kasur dingin

tertutup bayang jendela

berkaca buram

 

sepotong kepala nyamuk

terseret terantuk di

situ

 

 

jogja, september 2002

 

Published in: on October 26, 2009 at 2:02 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://sautsitumorang.wordpress.com/2009/10/26/112/trackback/

%d bloggers like this: