Perahu Mabuk

(antara Aku dan Kau

terbentang samudera

kata kata, o Imajinasi!

di manakah akan Kudapat

perahu mimpi

untuk melayariNya?)

 

 

perahu kayu berlayar

di bibirnya dengan kain

layar penuh berkibar…

 

ahooi pelaut yang mabuk

birahi buih ombak di

laut malam!

kapan pulang

ke muara

yang penuh harum

rindu sungai bening

tempat kekasih mencuci

rambut remajanya!

 

ahooi suara ombak

yang menampar

perahu! muara sungai

muncul dari

balik kabut

seperti perawan

malu malu

di malam pertama

menyambut!

 

ahooi!

 

di sebuah batu karang

dekat garis pantai

yang hitam

di malam yang kelam

terdampar bangkai

seekor camar.

 

ahooi pelaut yang lupa pulang,

tak ada bulan

jadi mercusuar

jalan pulang

malam ini!

tidurlah di kayu perahu

sambil kau cumbu

bayang kekasih

di kibar layar!

 

hanya suara anjing

yang melolong

di kejauhan pantai

menemani sang penyair

menghabiskan araknya

di karang yang sekarang

penuh cahya kunang kunang

kehilangan perahu

dan cinta

yang ditelan

metafora muara

kata katanya… ahooi!

 

 

Jogja 2008

 

Published in: on January 3, 2011 at 3:58 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://sautsitumorang.wordpress.com/2011/01/03/143/trackback/

%d bloggers like this: